Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron - Jepang.
Tampilkan postingan dengan label TECHNICAL TOOLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TECHNICAL TOOLS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2018

Total Productive Maintenance


Total Productive Maintenance (TPM) adalah suatu professional manajemen tentang perawatan mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan daribest practice dan menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia.

TPM adalah salah satu tools yang diimplementasikan pada konsep Lean Manufacturing yang berfokus pada Lead Time yang pendek. Dengan kata lain,tools yang dipakai pada perawatan mesin untuk menghasilkan lead time yang pendek dari keseluruhan suatu proses adalah TPM.

Sasaran utama dari konsep TPM adalah pencapaian Zero Breakdown, Zero Defect dan Zero Accident. Didalam konsep perawatan mesin yang konvensional, perawatan mesin diserahkan sepenuhnya kepada departemen Maintenance / Engineering. Tetapi dengan konsep TPM maka tanggung jawab perawatan mesin juga melibatkan departemen terkait seperti Produksi, Planning (PPIC) dan Purchasing.

Dalam training ini akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang dan System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya).

Training Outline
·       Sejarah Perkembangan Dunia Industri
·       Filosofi TPM & Konsep dasar serta alasan mengapa perlu TPM
·       Organisasi dan 8 Pilar TPM
·       Pilar-pilar TPM
1.   OEE sebagai salah satu parameter / KPI hasil TPM
     Perhitungan efisiensi mesin dan loss calculation (4 Major Losses)
·       Zero Mechanical Failure dan Zero Minor Stoppage
2.   Autonomous Maintenance
§  Perawatan Mandiri, Sporadic and Chronic Loss
3.   Planned Maintenance
4.   Training & Skill Developments
5.   Maintenance Prevention Management
§  Konsep “Ideal State” suatu mesin
6.   Quality & Quantity of Maintenance
7.   Administrasi TPM
8.   Safety and Environment
§  Safety Map, Safety Problem finding & KYT
·       Workshop “TPM Group Problem Solving”
·       Time Frame implementasi TPM

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain.

Rabu, 06 Juni 2018

Maintenance Manajemen


Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis.


Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concernterhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahanbenchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan.

Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen”dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuahMaintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Reportdari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance.

Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%.

Ilmu yang akan di dapatkan:
·       Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting.
·       Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition.
·       Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.
·       Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.
·       Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin.
·       Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line.
·       Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart
·       Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance.

Metode Pelatihan
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di Kelas
·       Study Kasus

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Jadwal Public Training

6 - 7 Maret 2017
5 - 6 Juni 2017
6 - 7 September 2017
6 - 7 Desember 2017

Lokasi Training

Swiss Bell Residence - Kalibata
Ibis Style Hotel - Jababeka Cikarang
Gino Feruci - Braga, Bandung
(Lokasi training akan disesuaikan dengan asal peserta training, jumlah peserta serta ketersediaan tempat)

Investasi Training

Rp. 3.750.000,-
Investasi termasuk: 2X coffe break, 1X Lunch, Hand Out Training Material, Sertifikat, Flash Disc / CD, Bolpoint, Notes, Hand Bag 

Dapatkan early bird price dan group disc @ Rp. 3.500.000 per orang , minimal 2 orang.


Kamis, 18 Juni 2015

Reliability Centered Maintenance


Tahukah anda…? sebuah bolpoint tersusun kurang dari 10 buah komponen, tetapi sebuah pesawat terbang jenis Boeing 747-400 tersusun lebih dari 6 juta komponen. Akankah semua komponen tersebut di lakukan pengecekan sebelum memastikan laik tidaknya pesawat tersebut terbang..? berapa lama pemborosan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan tersebut?
Atau terbayangkah anda jika sebuah boiler berkapasitas 100 ton meledak…? atau sebuah tangki penyimpanan bahan bakar meledak…. ? atau alat alat vital berbahaya lainnya mengalami kerusakan ?

Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika hal diatas terjadi…. ?
Lalu bagaimanakah cara kita menjamin kehandalan kerja dari alat-alat tersebut..?

Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan salah satu metode maintenance yang sanggup untuk menjawab permasalahan diatas.
RCM berfokus pada Preventive Maintenance (PM) yang menjamin Reliability Fungsi dan Safety dari alat-alat yang digunakan. Dengan adanya fokus pada reliability dan safety maka point of PM dapat ditekan dan pada akhirnya akan menekan biaya operasional maintenance tetapi tetap menjamin reliability dan safety dari alat-alat yang digunakan.

2 Tools penting yang digunakan dalam implementasi RCM adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisa kemungkinan terjadinya kegagalan suatu proses serta pencegahannya, serta FTA (Fault Tree Analysis),  yaitu suatu metode yang digunakan untuk mencari akar permasalahan suatu kegagalan.

RCM sangat cocok sekali diimplementasikan pada industri industri yang menitik beratkan pada Safety dan Reliability sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan seperti industri penerbangan, oil & gas, pertambangan, perkapalan, dll.

Training Outline
·         What is Reability Centered Maintenance (RCM)
·         Latar belakang munculnya RCM
·         Konsep, Metode dan Tujuan RCM
·         Prinsip-Prinsip RCM
·         Komponen dari RCM
·         Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
·         Fault Tree Analysis (FTA)
·         Metode RCM
·         Metodologi RCM
·         Benefit dari RCM

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi, Engineer, Foreman, Supervisor, Manager Maintenance & Engineering serta orang yang concern dengan kegiatan maintenance

Down Time Elimination


Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???

Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya

Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.

Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.

Pokok Bahasan
·       Sejarah Perkembangan Dunia Industri
·       Apa itu Small Defect
·       Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
·       Apa itu Ideal State
·       Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
·       Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
·       Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
·       Restoration of Deterioration & Defect
·       Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
·       Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
·       Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
·       Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi Supervisor Foreman Maintenance / Engineering
·       Operator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor Produksi
·       Dan lain-lain.

Autonomous Maintenance


Autonomous Maintenance merupakan salah satu pilar dari 8 pilar yang terdapat pada Total Productive Maintenance (TPM).

Tujuan utama dari Autonomous Maintenance adalah pendeteksian secara dini ketidaknormalan yang terjadi pada suatu mesin industri sehinggakerusakan mesin dapat dicegah.

Mengapa demikian, karena kerusakan mesin bukan terjadi secara tiba-tiba tetapi terjadi secara graduation atau bertahap dari kerusakan kecil-kecil yangbersinergi membentuk kerusakan yang besar dan sampai akhirnya membuat break down mesin.

Autonomous Maitenance atau disebut dengan Perawatan Mandiri dirancang untuk melibatkan operator mesin tidak hanya bekerja sebagai operator mesin saja tetapi juga melakukan aktivitas perawatan mesin secara sederhana (cleaning, lubrication, checking, dll).

Dengan diterapkannya Autonomous Maintenance maka departemen maintenance dapat lebih fokus dan berkonsentrasi pada masalah preventive maintenance serta peningkatan productivitas mesin dan pengontrolan biaya maintenance.

Setelah mengikuti training ini diharapkan operator mesin mempunyai paradigma bahwa kinerja mesin tidak hanya ditentukan oleh departemen maintenance saja tetapi juga ditentukan oleh operator mesin itu sendiri.

Pokok Bahasan:
1.   Konsep Dasar Total Productive Maintenance (TPM)
2.   Filososi  dan Tujuan Autonomous Maitenance
3.   Sasaran Autonomous Maintenance
4.   Kunci Keberhasilan Autonomous Maintenance
5.   Aktifitas 5S sebagai dasar penerapan Autonomous Maintenance
6.   7 langkah penerapan Autonomous Maintenance
1.   Pembersihan awal
2.   Pencegahan sumber kontaminasi
3.   Standar pembersihan dan lubrikasi
4.   Inspeksi menyeluruh
5.   Standar Perawatan Mandiri
6.   Process Quality Assurance
7.   Supervisi Mandiri
7.   Peran management dalam penerapan Autonomus Maintenance

Metode Pelatihan
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di Kelas
·       Study Kasus

Lama Pelatihan
·       2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Operator Mesin, Foreman Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Kepala Bagian / Kepala Seksi Maintenance / Engineering dan lain-lain.

Jadwal Public Training

20 - 21 Maret 2017
19 - 20 Juni 2017
18 - 19 September 2017
18 -19 Desember 2017

Lokasi Training

Swiss Bell Residence - Kalibata
Ibis Style Hotel - Jababeka Cikarang
Gino Feruci - Braga, Bandung
(Lokasi training akan disesuaikan dengan asal peserta training, jumlah peserta serta ketersediaan tempat)

Investasi Training

Rp. 3.750.000,-
Investasi termasuk: 2X coffe break, 1X Lunch, Hand Out Training Material, Sertifikat, Flash Disc / CD, Bolpoint, Notes, Hand Bag 

Dapatkan early bird price dan group disc @ Rp. 3.500.000 per orang , minimal 2 orang.