Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron - Jepang.
Tampilkan postingan dengan label MANAGEMENT TOOLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANAGEMENT TOOLS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2018

Total Quality Management (TQM)


Kalau orang ditanya bagaimanakah Kualitas Barang tersebut ...? atau bagaimanakah Kualitas Pelayangannya? .... pasti orang tersebut menjawab bentuk akhir produk tersebut atau bentuk pelayanannya. Ini artinya banyak orang mempunyai paradigma bahwa Kualitas adalah Hasil Akhir suatu Produk atau suatu Pelayanan. Dan ini menggiring opini kita bahwa Kualitas adalah benar benar Hasil Akhir suatu produk / pekerjaan.

Padahal... tidaklah demikian.
Kualitas Produk atau Kualitas Pelayanan bukanlah suatu pekerjaan akhir, tetapi merupakan suatu proses pembangunan kualitas yang terstruktur dan menyeluruh dari awal proses sampai akhir proses.

Total Quality Management (TQM) adalah suatu konsep pembangunan Kualitas yang terstruktur dan menyeluruh dari awal proses sampai akhir proses sehingga menghasilkan produk / pekerjaan yang mempunyai Kualitas yang Unggul.

Di dalam TQM juga ditekankan bahwa Index Kualitas harus di dasarkan pada perspective konsumen dan bukannya perspective produsen. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah yang rumit bagi perusahaan untuk menangkap apakah sebenarnya Quality Perspective yang dimiliki oleh Konsumen.

Semuanya akan di kupas dalam Training TQM ini.

Training Outline
·       What is TQM
·       Mengapa perlu TQM
·       Tujuan TQM
·       TQM Circle Concept:
1.   Focus on Customers
·       Customer Expectation & Customer Satisfaction
·       Product Life Cycle
2.   Quality Process Management
·       Konsep Quality Station
·       Process Quality Control (PQC)
3.   Quality Process Improvement
·       5S & 7 Waste sebagai pondasi dasar TQM
·       PDCA Circle
·       Kaizen &  JIT (Just In Time)
4.   Quality Tools
·       QC 7 Tools
·       Poka Yoke & Jidoka
5.   Total Participant
·       Leadership in Quality
·       Quality Control Circle (QCC) implementation
·       Kunci Sukses Penerapan TQM

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Manager, Supervisor, Leader, Officer dari berbagai bidang.

Root Cause Analysis




Sering kali kita dihadapkan dengan masalah/problem yang tak kunjung selesai dalam pekerjaan kita. Kita seperti kehabisan akal karena biasanya masalah yang terjadi sifatnya berulang tetapi ironisnya kita seperti terlena dengan keadaan tersebut dan tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Belum lagi energi kita habis untuk mengerjakan efek dari masalah tersebut.

Root Cause Analysis (RCA) adalah salah satu metode komprehensive yang digunakan untuk mencari akar permasalahan dari problem yang terjadi serta bagaimana mencari solusi yang tepat sehingga kita terbebas dengan problem yang ada. Di dalam RCA terdapat berbagai macam Tools yang cocok untuk digunakan mulai dari mencari Identifikasi Proses yang terjadi di dalam pekerjaan kita, Investigasi permasalahan, Analisa permasalahan sampai dengan Corrective Action serta metode implementasinya.

Dengan memahami metodologi RCA diharapkan kita mempunyai Tools yang tepat untuk menyelesaikan problem yang ada di area pekerjaan kita dengan cepat dan tepat serta tidak terluang lagi sehingga waktu kita akan lebih banyak mengerjakan pekerjaan yang mempunyai Added Value.

Training ini akan dibawakan dengan lebih banyak praktikalnya untuk lebih memahami penggunaan Tools yang ada dibandingkan dengan teori. Tools yang akan dipelajari adalah Tools yang sudah proven dan siap untuk digunakan.

Training Outline
1.   What is Root Cause Analysis (RCA)
2.   Objective, Function & Methodology RCA
3.   PDCA Circle, pondasi dasar RCA
4.   RCA Observation à Process Mapping, VSM, Process Identification, Interaksi Antar Proses, Red Cloud Analysis
5.   Investigation & Understanding Tools à 3 Gen – 2 Gen Concept, RACI Concept, Fish Bond, Pareto Charts,
6.   Identification & Analysis Tools à Why Tree, 5 Why, NGT, FF & FC Concept
7.   Corrective Action à Effect Effort Matrix, 5W 1H
8.   Implementation à Project Management

Metode Pelatihan
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di Kelas / Study Kasus
·       Real Case Workshop (menyelesaikan kasus dari peserta training)

Lama Pelatihan
·       2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi, Leader/Officer, Foreman/Supervisor, Section Head, Manager dan lain-lain.

Kamis, 18 Juni 2015

Management Operating System With RACI



Management Operating System through
RACI Concept
Management Operational yang terstruktur dan tertulusuri

Terdapat sebuah cerita tentang 4 orang bernama Setiap OrangSeseorang,Siapapun, dan Tak seorangpun.
Kemudian…, muncullah sebuah tugas penting yang harus diselesaikan danSetiap Orang diminta untuk melakukannya. Setiap Orang yakin Seseorangakan melakukannya, karena Siapapun dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun yang melakukannya.
Seseorang marah sebab itu adalah tugas Setiap OrangSetiap Orang berfikirSeseorang dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun menyadari bahwaSetiap Orang tidak akan melakukannya.
Cerita ini berakhir dengan Setiap Orang menyalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun mengerjakan yang seharusnya Siapapun dapat mengerjakanya.

Apakah anda pernah mengalami hal serupa di kantor / perusahaan anda….???

Dalam training ini akan di paparkan secara terstruktur apa peran dan tanggung jawab setiap personel yang berada di dalam suatu organisasi, sehingga setiap orang akan menyadari dan menerima apa yang menjadi tanggung jawabnya (Responsibility). Siapa yang akan menanggung beban dari tanggung jawab yang ia emban (Accountibility). Kepada siapa ia mengkonsultasikan apa yang berlangsung di dalam pekerjaannya (Consulted) dan akhirnya kepada siapa ia harus melaporkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya (Informed).

Pokok Bahasan
·       Peran dan Tanggung Jawab dalam suatu Organisasi
·       Pengertian RACI
·       Konsep RACI
·       Manfaat dan Tujuan RACI
·       Peta / Matrix Peran dan Tanggung Jawab
·       Lembar Peranan RACI
·       Langkah-langkah dalam pelaksanaan RACI
·       Definisi dan pengertian GOALS
·       Mengapa harus ada GOALS dalam suatu perusahaan
·       Manfaat RACI dalam pencapaian GOALS

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan


•       Manager, Supervisor, Leader serta person yang berhubungan denganpelaksanaan management operational

FMEA


Failure Management with FMEA
Management antisipasi kegagalan proses

Total Quality Management (TQM) merupakan salah satu manajemen yang telah teruji kehandalannya dalam mengatur penjaminan kualitas suatu produk.

Dari sisi area penerapannya, konsep TQM diterapkan di area manufacturing mulai dari bagian terkecil suatu proses sampai dengan proses inspeksi terakhir.
Dari sisi konsepnya, konsep TQM juga di terapkan secara berjenjang. Mulai dari pondasi dasar manufacturing yaitu 5S / 5R, QC 7 Tools, Poka Yoke sampai dengan level menengah penjaminan kualitas yaitu salah satunya FMEA.

FMEA yang merupakan kepanjangan dari Failure Mode and Effect Analysis adalah suatu manajemen yang mengantisipasi kemungkinan kegagalan suatu proses yang akan berakibat kepada menurunnya suatu hasil produk.
Dengan adanya penerapan FMEA dalam suatu manufacture, defect ratio dari produk yang dihasilkan akan dapat mencapai ratio yang lebih rendah, yang artinya kualitas produk juga akan semakin meningkat

Training Outline
1.   Konsep FMEA
2.   Design FMEA
3.   Step by Step Penerapan FMEA
4.   Aplikasi potensi kegagalan dengan FMEA

Metode Pelatihan
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di Kelas
·       Study Kasus

Lama Pelatihan
·       1 hari (7 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Teknisi, Foreman Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Kepala Bagian / Kepala Seksi Maintenance / Engineering dan lain-lain.

QCC and PDCA Delta



Gugus Kendali Mutu (GKM) & PDCA Delta
Kegiatan kelompok kecil untuk meningkatkan kinerja perusahaan

Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk bersama-sama dalam suatu wadah melakukan kegiatan improvement / peningkatan berkesinambungan.
Gugus Kendali Mutu merupakan salah satu sarana yang paling efektif dalam suatu perusahaan untuk mengikutsertakan seluruh karyawan terutama di shop floor / lapangan untuk membuat suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja Departemen pada khususnya dan Perusahaan pada umumnya.

Seringkali perusahaan lebih memperhatikan konsep dan manajemen operasional dalam perusahaannya tetapi lupa tentang sumber daya yang luar biasa yang mereka miliki dalam meningkatkan kinerja perusahaan, yaitu karyawan yang berada di lapangan. Padahal, mereka lah yang mengetahui apa saja yang terjadi dan problem yang terjadi di lapangan bahkan mereka juga mampu untuk menyelesaikannya.

Di dalam training ini akan diajarkan apa itu GKM yang merupakan salah satu implementasi konsep Total Quality Management (TQM), bagaimana cara membentuk GKM dalam suatu perusahaan, bagaimana pembuatan judul / topik GKM, teknik pembuatan risalah GKM, langkah pemecahan masalah sampai dengan mendokumentasikan hasil implementasi GKM.

Training Outline
·       Apa itu Gugus Kendali Mutu (GKM)
·       Konsep Total Quality Management (TQM)
·       Konsep PDCA Tulta
·       Langkah-langkah pemecahan masalah dan Continual Improvement dengan Delapan Langkah dan Tujuh Alat (Delta)
·       Teknik Pembuatan Risalah GKM
·       Evaluasi, Monitoring dan Dokumentasi implementasi GKM
·       Peran dan Tugas Fasilitator
·       Bagaimana membuat presentasi yang menarik dan mudah dipahami
·       Teknik Presentasi GKM

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study
·       Simulasi Pembuatan GKM

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Supervisor, Leader, Teknisi dari berbagai bidang.


Jadwal Public Training

8 - 9 Maret 2017
7 - 8 Juni 2017
6 - 7 September 2017
6 - 7 Desember 2017


Lokasi Training

Swiss Bell Residence - Kalibata
Ibis Style Hotel - Jababeka Cikarang
Gino Feruci - Braga, Bandung
(Lokasi training akan disesuaikan dengan asal peserta training, jumlah peserta serta ketersediaan tempat)

Investasi Training

Rp. 3.750.000,-

Investasi termasuk: 2X coffe break, 1X Lunch, Hand Out Training Material, Sertifikat, Flash Disc / CD, Bolpoint, Notes, Hand Bag 

Dapatkan early bird price dan group disc @ Rp. 3.500.000 per orang , minimal 2 orang.

Smart Goals Setting



Smart Goals Setting merupakan suatu pemaparan yang spesifik tentang pembuatan suatu Goals   (= Tujuan) sehingga akan dihasilkan suatu Goals yang benar-benar GOALS (baca: Trully Goals) dan dapat diterima oleh Pembuat dan Penerima Goals.

Kata GOALS sudah sangat sering di dengar dan di mengerti oleh kebanyakan orang. Tetapi, tidak jarang pada pembuatannya, justru sangat merepotkan sekali dan bahkan tidak tahu harus membuat GOALS yang seperti apa. Tidak jarang GOALS tidak dibuat atau dibuat hanya untuk dokumentasi belaka. Dan pada akhirnya kita akan bertanya “Mengapa hasil tahun ini kok hanya seperti ini saja?”

Dalam training ini akan dipelajari bagaimana membuat Goals yang bersifatSMART, yang artinya Specific (=Tertentu), Measureable (= Terukur), Agreed(= Disetujui), Realistic (=Dapat Tercapai) dan Track-able (= Terpantau).

Dengan adanya pembuatan GOALS yang bersifat SMART, suatu GOALS akan dengan mudah dibuatditerjemahkan dan diimplementasikan serta yang penting dapat diterima oleh Pembuat dan Penerima GOALS.

Pembuatan SMART GOALS akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan sampai dengan 40% dan 90% GOALS yang dibuat dapat terimplementasi dengan baik.


Training Outline
·       Definisi dan pengertian GOALS
·       Mengapa harus ada GOALS dalam suatu perusahaan
·       Pembuatan GOALS yang bersifat SMART
·       Penjabaran SMART GOALS
·       Pembuatan SMART GOALS menggunakan konsep dan metodologi Value Engineering (VE)
·       Definisi KPI (Key Performance Indicator) sebagai tolok ukur pencapaian GOALS
·       Penurunan GOALS dengan menggunakan metode GRD (Goals Roll Down) yang sanggup membagi kewenangan dan tanggung jawab setiap Goals yang dibuat
·       Penjabaran format dan aliran GRD yang bersifat RACI
·       Implementasi SMART GOALS di berbagai bidang
·       Implementasi GRD beserta indikatornya

Metode Pelatihan
Seminar / In Class Training / In house Training
·       Dialog Interaktif / Sharing
·       Diskusi Grup
·       Latihan di kelas & Case Study

Lama Pelatihan
·       Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam)

Sasaran Peserta Pelatihan
·       Manager dan Supervisor serta person yang berhubungan dengan pembuatan GOALS.